Kesehatan merupakan nikmat sekaligus amanah yang Allah karuniakan kepada kita. Sebagai muslim sejati, sudah sewajarnya kita menjaga dan merawat apa yang telah diberikan oleh Maha Pencipta, Allah SWT. Terlebih bahwa menjaga kesehatan juga salah satu bentuk ungkapan syukur kita kepada Sang Pencipta.

Lingkungan dan pola hidup memiliki peran penting dalam body immune system. Di zaman yang sudah sangat maju ini, banyak penyakit mudah menyerang kita. Oleh karena itu, hendaknya kita merenungkan tentang pola hidup kita semasa hidup di dunia ini. Ada beberapa hal yang perlu kita lihat demi menjaga kesehatan tubuh :

1.      . Mengatur pola makan

Yaitu dengan melengkapi asupan kita sesuai dengan 4 sehat 5 sempurna, serta menghindari makanan yang mengandung zat-zat berbahaya. Pengaturan pola makan dalam islam juga berarti memperhatikan bahwa makanan atau minuman yang kita konsumsi berasal dari zat dan sumber yang halal dan membawa kebaikan sehingga Insyaa Allah bukan hanya membawa kita kepada kesehatan, namun juga keberkahan.

2.       Minum air yang cukup

Mungkin hal ini sering disepelekan oleh banyak orang. Namun, study telah membuktikan bahwa dengan mencukupkan asumsi air, maka seseorang akan menjadi lebih sehat serta tingkat konsentrasi pun meningkat. Air dapat membantu dalam menormalkan peredaran darah dan membantu proses pencernaan makanan sehingga kita dapat membuang hal-hal yang menganggu kesehatan kita. Para ahli kesehatan menyarankan agar kita dapat meminum air sebanyak 2-4 liter per hari.

3.      Tidur malam dengan teratur

Sebagai pelajar, kita sering mengabaikan waktu malam kita dengan mengerjakan assignment ataupun mempersiapkan diri dalam menghadapi exams. Namun, hal ini mempunyai banyak resiko dalam kesehatan. Jika kita memiliki tidur yang kurang (sleep deprived), maka kita akan merasakan kelelahan, mood swings yang extreme, kesusahan berkonsentrasi, dan masih banyak lagi. Oleh karena itu, kita harus menjaga tidur kita, yakni sekitar 6 jam, untuk mendapatkan kesehatan yg optimum.



Semoga dengan menjaga kesehatan, kita jadi lebih kuat untuk beribadah dan meraih Ridho-Nya. Aamiin.

Kesehatan merupakan nikmat sekaligus amanah yang Allah karuniakan kepada kita. Sebagai muslim sejati, sudah sewajarnya kita menjaga dan ...


Sumber : https://www.xoprivate.com/wp-content/uploads/2016/01/Nordic-Luxury-Hot-Tub.jpg

 “When Allah blesses you financially, don’t raise your standard of living, raise your standard of giving”.

Berbicara tentang finansial, rasanya tidak terlalu jauh dari gaya hidup. Di zaman yang serba canggih ini, kayak nya tidak salah kalau kita bilang; some people tend to show their glamorous lifestyle. Karena dari kecenderungan tersebut, secara sadar atau pun tidak, kita terstimulus untuk memuaskan lifestyle expectation pribadi atau pun kelompok. Sebagian dari kita menjadi lebih puas atau sering khilaf saat membelanjakan apa yang diinginkan, lalu go beyond dari apa yang sebenarnya diperlukan. Na’udzubillah.

Sebenarnya tidak ada yang salah jika kita menginginkan kehidupan yang berkecukupan. Islam pun memotivasi kita untuk tidak bermalas-malasan dalam mencari rezeki yang halal agar menjadi sarana yang efektif menuju kebaikan. Terutama, sebagai muslim, lebih baik harta itu ada di tangan orang yang beriman daripada orang yang fasikkan?

Namun, terkadang mungkin kita belum sempat untuk mengalokasikan apa yang kita punya untuk dibagikan kepada sesama. Melewatkan mereka yang kelaparan, kedinginan, atau menangis kesulitan. Melupakan saudara sesama muslim di negara minoritas muslim dan negara lainnya. Bahkan, mungkin tetangga dan sekeliling kita sendiri.

Semoga Allah selalu memberi kita berkah atas apa yang dititipkan oleh-Nya. Aamiin.

Penulis : anon

Sumber : https://www.xoprivate.com/wp-content/uploads/2016/01/Nordic-Luxury-Hot-Tub.jpg   “When Allah blesses you financially, don’t r...



https://www.hlb.com.my


Berakit-rakit kehulu, berenang-renang ketepian
Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian

Dalam pepatah yang sudah sering kita dengar sejak kecil ini di sampaikan bahwa  kita harus berani dan kuat untuk memperjuangkan kebahagian meskipun dengan rasa sakit diawal. Seperti layaknya seseorang traveller, untuk mencapai tempat tujuan yang diimpikan, kita harus menempuh jarak, meluangkan waktu, serta hambatan yang mungkin hadir di tengah perjalanan.

Banyak orang ingin menjadi kaya karena ingin mendapatkan kemudahan dalam beberapa aspek kehidupan. Ya, hal itu boleh saja. Sebagai seorang muslim bahkan dianjurkan untuk mencari harta yang halal untuk digunakan kepada hal yang baik. Namun, kemudahan ini seringkali melenakan dan menjatuhkan pelaku ke dalam jurang keterpurukan.

Kita bisa ambil dari sisi kehidupan pengusaha sebagai contoh. Tahukah kalian, bahwa tantangan terbesar pengusaha bukanlah saat-saat sulit ketika awal merintis bisnis? melainkan ketika ia mencapai puncak kejayaan bisnisnya. Karena pada masa itu, seseorang akan merasa pada posisi yang cukup aman, sehingga dirinya tidak merasa terpacu untuk melakukan berbagai hal produktif seperti pada awal dia mati-matian membangun usaha. Ketika itu, gaya hidup konsumtif bisa saja muncul jika si pengusaha tidak dibentengi iman yang kuat. Lantas apa yang terjadi? Bisnisnya kemungkinan besar terancam hancur karena benar-benar terlena. Kalaupun tidak, kualitas dirinya-lah yang hancur dikarenakan skill yang dengan lelah ia raih tak lagi diasah.

Untuk itu, mari kita nikmati setiap proses challenging yang tak jarang menguras hati dan pikiran ini dengan penuh tekad dan keyakinan! Insya Allah ketika sudah dapat survive dan berusaha untuk terus tersenyum ditengah kesulitan, kita akan menjadi pribadi yang mudah bahagia disetiap keadaan. Yang terpenting, jangan lupa untuk selalu yakin bahwa Allah tidak akan pernah membiarkan hamba-Nya mendapat ujian melebihi batas kemampuan dan ingatlah bahwa usaha tidak pernah mengkhianati hasil. 


Penulis : Shofa Karimah

https://www.hlb.com.my Berakit-rakit kehulu, berenang-renang ketepian Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian Dal...


"Hafiz Al-Quran itu mulia, bukan saja karena terbawa kemuliaan Al-Quran. Tetapi lebih dipengaruhi rasa cinta, cita-cita, niat tulus dan kesungguhan menghafal yang teruji."

Dari sekian banyak buku-buku motivasi menghafal Al-Quran yang pernah saya baca, buku ini adalah yang paling berkesan dan tak jenuh dibaca berkali-kali. Buku ini selalu ampuh jadi moodbooster setiap kali terasa berat saat mengulang hafalan. Gaya penulisan Ustad Deden memang terbilang sedikit sastra, tapi tidak mengurangi keasikan pembaca dalam menyimak tulisan yang beliau sajikan.

Pada bagian prolog, penulis menceritakan kisah perjuangan beliau menghafal Al-Quran selama 56 hari. Berdasarkan pengalaman penulis, ditulislah buku ini yang dibagi menjadi tiga bagian.

I'dad (Persiapan)
Bagian ini berisi tentang bekal-bekal yang harus dipersiapkan oleh para penghafal Al-Quran sebelum mulai menghafal. Bagaimana cara agar kita bisa jatuh cinta pada Al-Quran, cara-cara tepat membaguskan bacaan hingga manajemen waktu dan pemilihan tempat yang tepat untuk menghafal.

Kayfiyyah (Metode)
Berbeda dengan buku bertema sama yang menekankan cepatnya menghafal, dalam buku ini penulis mengajak para pembaca untuk memaknai lebih dalam hakikat dari menghafal Al-Quran itu sendiri. Bagaimana proses menghafal ayat demi ayat itu tak terasa seperti beban, namun sebuah kenikmatan. Dalam bagian ini juga dijabarkan perlunya mujahadah atau kesungguhan dalam menghafal, pentingnya doa dan ibadah serta berbagai ujian yang mungkin saja mengiringi perjalanan seorang Penghafal Al-Quran. Dan yang paling penting dari semuanya, tawakal kepada Allah semata.

Muhafazhah (Penjagaan Sepanjang Hayat)
Tahapan terakhir ini sesungguhnya bukanlah akhir. Karena saat seorang penghafal Al-Quran menyelesaikan setoran hafalannya, sejatinya ia sedang memulai penjagaan ayat-ayat cahaya itu hingga akhir hayatnya. Penulis memberi metode bagaimana belajar memelihara hafalan Al Quran, periode waktu mengulang hafalan sesuai dengan daya ingat hingga mencapai puncak kenikmatan menghafal.

Ada banyak quote menohok yang akan menyentil di setiap paragraf buku ini. Salah satunya adalah, "Jika membaca buku ini mengurangi waktu Anda murojaah (mengulang hafalan) segera tinggalkan!" Buku ini sangat direkomendasikan bagi siapa saja yang ingin menghafal Al-Quran, sedang menghafal ataupun bagi yang sudah menyelesaikan hafalan.



Rahasia Nikmatnya Menghafal Al Quran | Deden Muhammad Makhyaruddin | Noura Books (lini Mizan) | 2013 | 287 halaman |

Peresensi: Alya Adzkya

"Hafiz Al-Quran itu mulia, bukan saja karena terbawa kemuliaan Al-Quran. Tetapi lebih dipengaruhi rasa cinta, cita-cita, niat tulus ...


 Source: Snapshot from islamic history

Indonesia adalah negara besar sekaligus bangsa yang kaya, baik dari segi SDA maupun SDM
yang dimiliki. Indonesia juga merupakan negara muslim terbesar di dunia, sekitar 80% penduduk
Indonesia adalah muslim. Sehingga banyak yang menggadang-gadangkan Indonesia akan menjadi
sumber kekuatan terbesar yang dimiliki islam di masa yang akan datang. Namun, seperti yang
digambarkan Rasulullah SAW akan datang suatu masa dimana kalian umat muslim akan digempur
dan diserang dari segala sisi ibarat hidangan makanan yang dihadapkan kepada orang banyak.
Kemudian salah seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW, ”Apakah pada zaman itu umat
muslim amat sedikit jumlahnya ya Rasulullah?” Rasulullah SAW menjawab, ”Justru jumlah kita sangat
banyak, namun itu tak lebih sekedar buih dilautan"

Sabda Rasulullah SAW sangat menggambarkan kondisi umat islam zaman ini. Betapa banyak
umat muslim di dunia terlebih lagi di Indonesia namun tak dapat bergerak bebas dan selalu
mengikuti arus zaman layaknya buih yang selalu mengikuti arus gelombang tanpa memiliki tujuan
yang jelas.

Seseorang yang tak memiliki tujuan yang jelas dan motivasi hidup untuk melangkah,
sudah dipastikan dia akan terseret gelombang-gelombang yang ada disekitarnya, tak peduli apakah
itu membawanya kepada kebaikan atau malah membawanya kepada lubang kehancuraan yang
bertentangan dengan tuntunan yang diajarkan Rasulullah SAW.

Kira kira apakah penyebab dari semua itu?
Kebanyakan kita umat muslim masih belum mengerti atau menolak untuk mengerti akan ke-
syuumul-an islam dan masih mengotak-kotakan suatu hukum sehingga tanpa sadar sudah
menciptakan kerenggangan antar umat islam itu sendiri yang cepat atau lambat menimbulkan
perpecahan. Perpecahan inilah yang menyebabkan kita gagal paham akan siapa sebenarnya musuh-
musuh islam dan malah menjadikan islam sebagai ajang siapakah yang paling benar.

Penulis : Abdullah Rasyidi

  Source: Snapshot from islamic history Indonesia adalah negara besar sekaligus bangsa yang kaya, baik dari segi SDA maupun SDM yang ...